Feeds RSS

Senin, 04 Oktober 2010

Dia

Dia lelah..
ingin berlari dan menjauh, hilang tertelan segala benda yang ada sehingga tak ada lagi sosok yang pengecut itu.
Berulang kali dia berusaha berfikir, bahwa Tuhan tidak akan memberi nya cobaan yang melebihi batas kemampuannya, tapi itu tak membuat dia bangkit, hanya semakin membuat ia bimbang. Berulang kali dia mengingat-ingat apa yang penting di dunia ini, tapi dia tak menemukan apapun. Dia tidak menemukan makna apa-apa lagi. Tidak ada satu eksistensi yang harus dia pertahan kan.
Dia memang bukan manusia yang sempurna, tapi bukan berarti dia layak untuk di salahkan atas segala keadaan. Dia memang manusia laknat. Dia bajingan. Dia hina. Dia brengsek. Tapi bukan berarti dia layak diperlakukan tidak adil.

Dia jenuh. Dia bosan dengan ini semua. Sementara sang iblis sudah menunggu nya untuk satu kali melangkah ke arahnya, si malaikat terus membujuk nya dengan segala logika yang semakin membuatnya sesak. Dia marah. Dia putus asa dan ia  menyerah pada kesunyian dan kesepian yang tak berarti ini.

Dia terdiam, merenung dan akhirnya mengambil kesimpulan. Tak ada manusia yang tak ber hak untuk berbahagia, sebesar apa pun cela dalam hidupnya. Termasuk dia. Dia berhak bahagia. Dia ber hak tertawa. Dia ber hak menikmati dunia ini. Dan akhirnya dia  mengambill keputusan. Perlahan tapi pasti dia melangkah merengkuh botol yang kata orang bernama racun serangga dan meneguknya. Dia mengulurkan tangan nya, menerima genggaman dari sang iblis. Dia ber hak bahagia, tapi dia memilih untuk mengakhiri semuanya.

0 comments:

Posting Komentar